beritapolwan.com
  • Beranda
  • Kiprah Kami
  • Prestasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kiprah Kami
  • Prestasi
  • Opini
No Result
View All Result
beritapolwan.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Teknologi Korlantas Polri yang Membuat Negara Hadir Lebih Cepat Di Masyarakat

admin by admin
27 Februari 2026
in Berita Terkini
0
Kakorlantas Polri terima 15 kendaraan PJR dari PT Jasa Marga sebagai dukungan Operasi Ketupat 2026 demi kelancaran mudik dan keselamatan pengguna jalan.

Kakorlantas Polri terima 15 kendaraan PJR dari PT Jasa Marga sebagai dukungan Operasi Ketupat 2026 demi kelancaran mudik dan keselamatan pengguna jalan.

305
SHARES
2.3k
VIEWS

Jakarta — Dalam pengelolaan lalu lintas modern, pertanyaan yang paling relevan bukan lagi seberapa canggih teknologi yang dimiliki negara, melainkan seberapa cepat negara bisa hadir ketika masyarakat membutuhkannya. Di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Korlantas Polri menegaskan bahwa teknologi bukan untuk menciptakan jarak, tetapi untuk memperpendek respons.

“Teknologi membuat negara hadir lebih cepat, bukan sekadar lebih banyak.” ujar Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Pernyataan tersebut menjadi inti dari transformasi operasional Korlantas menjelang Operasi Ketupat 2026. Negara tidak lagi hanya terlihat di titik kemacetan. Negara hadir bahkan sebelum kepadatan terjadi.

Related articles

Menhub Puji Kinerja Korlantas Polri dalam Anev Operasi Ketupat 2026, Tekankan Sinergi dan Inovasi

Polantas: Dari Pengatur Lalu Lintas Menjadi Pilar Kepedulian Sosial Masyarakat

Dari Deteksi Dini ke Tindakan Cepat

Command Center KM 29 Korlantas Polri menjadi pusat dari pendekatan ini. Sistem ini mengintegrasikan CCTV, ETLE, laporan patroli, serta data arus kendaraan secara real-time. Ketika sistem membaca peningkatan volume kendaraan di satu ruas tol, analisis langsung dilakukan untuk menentukan langkah preventif seperti pengalihan arus atau skema contraflow.

Dalam berbagai rilis resmi Korlantas Polri dan pemberitaan Antaranews, pendekatan ini terbukti efektif. Selama Operasi Keselamatan 2026, angka kecelakaan turun 34,96 persen dan fatalitas turun 51,06 persen dibanding periode sebelumnya. Data ini dipublikasikan melalui korlantas.polri.go.id dan menunjukkan bahwa respons yang lebih cepat berbasis data berkontribusi langsung pada keselamatan.

Kecepatan inilah yang membuat negara terasa hadir. Bukan setelah kecelakaan terjadi, tetapi sebelum risiko berkembang.

Pemanfaatan ETLE dan ETLE Drone Patrol Presisi memperlihatkan bagaimana teknologi mempercepat kehadiran negara tanpa harus menunggu laporan manual. Drone mampu memantau titik rawan kemacetan dan potensi pelanggaran dari udara, mengirimkan data secara langsung ke pusat kendali, sehingga keputusan dapat diambil dalam hitungan menit.

Dalam pemberitaan Antaranews mengenai pengembangan ETLE Drone, Kakorlantas menyebut bahwa sistem ini memungkinkan pemantauan real-time yang lebih luas dan objektif. Teknologi ini tidak menggantikan petugas, tetapi memperluas jangkauan mereka.

Rocky Gerung saat mengunjungi Command Center KM 29 pada Desember 2025 menyampaikan bahwa sistem tersebut memungkinkan identifikasi titik bottleneck secara cepat dan membantu meminimalkan risiko kecelakaan selama periode Nataru. Pernyataan ini memperkuat bahwa kecepatan informasi berbanding lurus dengan kecepatan perlindungan.

Teknologi juga membuat masyarakat menerima informasi lebih cepat. Update kondisi lalu lintas yang bersumber dari Command Center memungkinkan pengguna jalan menentukan waktu keberangkatan dan rute alternatif secara lebih akurat.

Dalam konteks ini, teknologi tidak membuat negara terasa jauh di balik layar monitor. Sebaliknya, teknologi mempercepat penyampaian informasi yang berdampak langsung pada keputusan masyarakat.

Ketika negara mampu memberikan informasi lebih awal, masyarakat merasa dilindungi, bukan sekadar diawasi.

Data Nasional Menunjukkan Dampak

Data kecelakaan nasional yang dirilis melalui inp.polri.go.id menunjukkan penurunan dari 150.096 kasus pada 2024 menjadi 141.608 kasus pada 2025, dengan penurunan korban meninggal hampir 20 persen. Penurunan ini terjadi di tengah peningkatan mobilitas nasional.

Proyeksi pergerakan masyarakat saat mudik 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 140 juta orang. Tanpa sistem real-time dan pengambilan keputusan cepat, risiko kepadatan dan kecelakaan akan meningkat signifikan.

Kakorlantas dalam rilis resmi Korlantas menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan dalam bentuk keselamatan yang nyata, bukan hanya regulasi.

Apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI Machfud Arifin terhadap inovasi ETLE Drone, sebagaimana diberitakan polwanterkini.com yang mengutip korlantas.polri.go.id, menunjukkan bahwa percepatan layanan berbasis teknologi dipandang sebagai langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan nasional.

Menuju Operasi Ketupat 2026

Menjelang Operasi Ketupat 2026, kesiapan sistem digital Korlantas menunjukkan bahwa negara telah menyiapkan respons bahkan sebelum bangkitan arus kendaraan terjadi. Sistem siap, personel siap, dan koordinasi lintas instansi telah diperkuat melalui Command Center KM 29.

Di sinilah teknologi menemukan maknanya. Bukan sebagai simbol kecanggihan, tetapi sebagai percepatan pelayanan.

Ketika kemacetan bisa dicegah lebih awal, ketika kecelakaan bisa ditekan lebih cepat, dan ketika informasi sampai kepada masyarakat sebelum risiko membesar, maka negara benar-benar hadir.

Sumber kutipatan : Korlantas Polri

Tags: korlanas polrioperasi ketupat 2026
Previous Post

Kakorlantas Pastikan Empat Pelabuhan Lampung Siap Hadapi Lonjakan Mudik 2026

Next Post

Kakorlantas Pastikan Pelabuhan Banten Siap Layani Pemudik Lebaran 2026

Related Posts

Menhub Dudy Purwagandhi
Berita Terkini

Menhub Puji Kinerja Korlantas Polri dalam Anev Operasi Ketupat 2026, Tekankan Sinergi dan Inovasi

24 April 2026
Polantas Bantu Masyarakat
Berita Terkini

Polantas: Dari Pengatur Lalu Lintas Menjadi Pilar Kepedulian Sosial Masyarakat

24 April 2026
Polantas dan Ojol Kamtibmas
Berita Terkini

Polantas Bukan Hanya Mengatur, Tapi Mendengar

24 April 2026
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersilaturahmi dengan perwakilan komunitas driver ojek online (ojol) Nusantara
Berita Terkini

Korlantas Polri: Ojol Adalah Sahabat Polantas

23 April 2026
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersilaturahmi dengan perwakilan komunitas driver ojek online (ojol) Nusantara
Berita Terkini

Komunitas Ojol Apresiasi Pendekatan Humanis Polantas dan Siap Sinergi Jaga Kamtibmas

23 April 2026
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersilaturahmi dengan perwakilan komunitas driver ojek online (ojol) Nusantara
Berita Terkini

Kolaborasi Strategis Polisi dan Pengemudi Ojol Dorong Keselamatan Lalu Lintas di Semarang

22 April 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Korlantas Pastikan Rute dan Sinergi untuk Kemala Run 2026 di Bali

Korlantas Pastikan Rute dan Sinergi untuk Kemala Run 2026 di Bali

17 April 2026
Pendeta Petrus Bonyadone, M.Th, seorang pemuka agama ternama di Papua

Tokoh Agama Papua: Polri Telah Berkontribusi Besar dalam Menjaga Kedamaian

8 Januari 2025

Popular Post

  • Bangganya Buruh Pabrik di Riau, Putrinya Jadi Paskibraka di Istana Merdeka

    Bangganya Buruh Pabrik di Riau, Putrinya Jadi Paskibraka di Istana Merdeka

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • 2 Mendali di Judo Bhayangkara Kapolri Cup 2022 di Raih Polwan Polda Kalteng

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Iptu Novita Rindi, Polwan Pendamping Kapolri Listyo Sigit Fit and Proper Test di DPR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Polri Bentuk Direktorat PPA Tuai Apresiasi dari Ketua DPR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Sosok Kompol Jun Nurhaida Yang Kini Menjadabat Kapolsek Cinere

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
© Copyright BeritaPolwan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kiprah Kami
  • Prestasi
  • Opini

wpDiscuz