Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Rini Widyantini, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Menurutnya, pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini bukan sekadar urusan teknis lalu lintas, tetapi mencerminkan transformasi pelayanan publik yang adaptif dan responsif.
“Alhamdulillah, pelaksanaan mudik Lebaran dan Operasi Ketupat 2026 tahun ini berjalan relatif lancar, aman, dan terkendali, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang sangat signifikan,” ujar Rini Widyantini kepada detikcom, Selasa (31/3/2026).
Rini menilai sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mengawal mobilitas masyarakat berjalan sangat efektif. Hal ini terbukti dari data penurunan angka kecelakaan dan nihilnya kejadian menonjol selama operasi berlangsung.
“Secara khusus, saya ingin mengapresiasi Polri atas penyelenggaraan Operasi Ketupat yang sangat terkoordinasi. Rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan pengaturan berbasis situasi real-time terbukti efektif mengurai kepadatan,” jelas Rini.
Ia menambahkan, kehadiran petugas di titik-titik krusial berhasil meningkatkan rasa aman bagi masyarakat. Pendekatan rekayasa lalu lintas bukan hanya persoalan teknis, melainkan bagian dari pelayanan publik yang responsif dan humanis.
Dari sisi KemenPAN-RB, Rini menyoroti tiga aspek utama keberhasilan tahun ini. Pertama, kehadiran negara secara nyata melalui pelayanan cepat dan humanis sepanjang jalur mudik. Kedua, integrasi pelayanan solid antara Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, sektor kesehatan, dan BUMN yang bergerak dari pelayanan sektoral ke ekosistem terpadu. Ketiga, penerapan pendekatan pelayanan publik yang berfokus pada pengalaman manusia, di mana petugas aktif menyapa dan memberikan bantuan di rest area serta merespons cepat kondisi darurat.
Selain itu, MenPAN-RB mengapresiasi inovasi teknologi dan manajemen arus yang digunakan Korlantas Polri, termasuk skema one way, contraflow, serta pengaturan berdasarkan situasi real-time yang merefleksikan modernisasi pelayanan publik.
Ke depan, KemenPAN-RB berkomitmen mendorong penguatan integrasi data mudik nasional berbasis real-time dan digitalisasi layanan. Informasi jalur, fasilitas rest area, dan pelayanan kesehatan diharapkan terkoneksi dalam satu platform terpadu agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ke depan tidak hanya diukur dari kelancaran arus mudik, tetapi sejauh mana negara mampu menyajikan pelayanan publik yang terintegrasi, prediktif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan masyarakat,” ujar Rini.
Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup oleh Polri pada Rabu (25/3), dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polri mencatat keberhasilan menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas melalui penerapan rekayasa lalu lintas dan teknologi modern seperti ETLE Patrol Presisi, Command Center Mobile, AI, dan Body Cam.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan berdasarkan data aplikasi IRSMS, korban meninggal dunia selama mudik dan balik mengalami penurunan sebesar 30,41 persen menjadi 104 orang. Total kecelakaan juga turun 5,31 persen dibanding tahun lalu, dan tidak terjadi kecelakaan menonjol.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas yang bekerja keras mengamankan arus mudik dan mengapresiasi sinergi antarstakeholder dalam memastikan mudik aman dan nyaman sesuai tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’.
Keberhasilan ini merupakan contoh nyata sinergi dan inovasi yang mengedepankan pelayanan manusiawi dan teknologi demi keselamatan masyarakat di masa mudik.









