JAKARTA — Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mendapatkan apresiasi luas dari berbagai kalangan, terutama atas keberhasilannya dalam pengamanan mudik dan arus balik Lebaran. Pengamat Lalu Lintas dan Transportasi Banter Adis menyatakan operasi ini berjalan sukses, baik dalam menjaga kelancaran lalu lintas maupun menekan angka kecelakaan secara nasional.
Penghargaan diberikan kepada Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, pada Selasa (31/3/2026). Menurut Banter Adis, keberhasilan ini patut diapresiasi karena operasi mampu menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai jalur utama nasional selama Lebaran.
“Operasi Ketupat 2026 sesuai arahan Kapolri dengan tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Banter Adis. Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat saat puncak arus mudik, tetapi juga di fase peningkatan volume kendaraan hingga arus balik, yang kerap menjadi periode kritis dalam pengelolaan lalu lintas nasional.
Banter Adis juga menyoroti koordinasi efektif antar-lembaga, termasuk kementerian, kepolisian, pemerintah daerah, dan BUMN, yang menjadi bukti kehadiran negara dalam melayani masyarakat. Rekayasa lalu lintas seperti one way nasional, one way sepenggal presisi, dan contraflow berhasil mengendalikan kepadatan lalu lintas.
Selain kelancaran, keberhasilan menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas menjadi sorotan utama. Data Korlantas Polri menunjukkan penurunan signifikan korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Tahun 2026 tercatat 238 korban meninggal, turun 104 orang atau 30,41 persen dibandingkan 342 korban pada 2025.
“Jumlah perkara kecelakaan juga berkurang dari 2.880 kasus di 2025 menjadi 2.727 kasus di 2026, turun 5,31 persen,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Ia menambahkan bahwa tahun ini tidak tercatat kecelakaan menonjol.
Bagi Banter Adis, capaian tersebut menegaskan Operasi Ketupat 2026 bukan hanya soal kelancaran mobilitas, tetapi juga keselamatan masyarakat selama mudik dan balik.
“Ini adalah indikator keberhasilan operasi kemanusiaan yang layak diapresiasi dan menjadi model pengelolaan lalu lintas nasional ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Banter Adis memuji pemanfaatan teknologi oleh Korlantas Polri selama Operasi Ketupat, seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), drone presisi, dan perangkat pendukung lain yang mendukung modernisasi pelayanan lalu lintas.
“Rekayasa lalu lintas kini sudah menjadi bagian dari pelayanan publik yang adaptif, responsif, dan terukur,” katanya.
Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 ini diharapkan menjadi evaluasi positif dan acuan dalam menghadapi momentum besar lainnya di masa depan.

