Jakarta — Operasi Ketupat 2026 menghadirkan inovasi dalam pelayanan lalu lintas dengan mengombinasikan teknologi mutakhir dan pendekatan humanis di lapangan.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memanfaatkan data real-time dari CCTV, ETLE, command center, dan sistem digital untuk mengelola arus mudik yang lancar dan aman.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum menegaskan bahwa transformasi pelayanan publik tidak bisa hanya bergantung pada satu pendekatan saja.
Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan, namun tanpa empati pendekatan ini akan menghasilkan kebijakan yang kaku dan kurang efektif di masyarakat.
Sebaliknya, empati tanpa sistem pendukung dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat sasaran.
Oleh karena itu, Korlantas menggabungkan sistem berbasis data dengan pelayanan yang humanis agar kebijakan yang diambil efektif dan diterima masyarakat.
Pelaksanaan Operasi Ketupat menjadi contoh nyata kombinasi tersebut. Ketika volume kendaraan meningkat, data real-time membantu petugas menentukan langkah seperti contraflow atau one way.
Sementara di lapangan, petugas selalu hadir untuk berinteraksi secara persuasif dengan pemudik, membantu kendala kendaraan, dan memberikan arahan jalur perjalanan.
Program “Polantas Menyapa” menjadi simbol pendekatan empati yang dilakukan secara modern.
Keberadaan petugas yang komunikatif dan responsif menjadikan perjalanan mudik tidak hanya lancar, tetapi juga lebih aman dan nyaman.
Irjen Agus menegaskan, “Kami tidak hanya mengatur lalu lintas, tapi memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman, selamat, dan bermakna.” Teknologi mempercepat pengambilan keputusan, sedangkan empati membuat kebijakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Pada Rabu (8/3/2026), Kakorlantas juga menghadiri acara Polantas Menyapa bersama driver ojek online (ojol) di La Tare Joglo Resto, Banjarmasin sebagai bentuk silaturahmi dengan komunitas ojol demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi Polda Kalimantan Selatan atas keberhasilan operasinya yang mampu menurunkan fatalitas kecelakaan hingga 65 persen selama Operasi Ketupat, yang turut berkontribusi pada rekapitulasi nasional.
Operasi Ketupat 2026 menjadi momentum penting transformasi Polantas menuju pelayanan yang lebih modern dan humanis.
Polantas kini dikenal bukan sekadar pengatur lalu lintas, melainkan institusi yang memadukan sistem canggih dan empati untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Keberhasilan pelayanan ini tidak hanya diukur dari kelancaran arus kendaraan, melainkan juga dari bagaimana masyarakat merasakan kualitas pelayanan yang diberikan.

