Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, turun langsung melakukan patroli di jalur Tol Trans Jawa untuk memastikan kelancaran sisa arus balik Lebaran 2026. Kegiatan patroli ini menyisir beberapa titik krusial mulai dari Semarang, Brebes, hingga ruas Tol Cipali menuju Jakarta.
Patroli tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pasca berakhirnya Operasi Ketupat 2026. Berdasarkan pantauan udara dan darat, volume kendaraan yang menuju Jakarta masih cukup tinggi dengan proyeksi sisa arus balik mencapai 36 persen, atau sekitar 1,2 juta kendaraan dari total 3,4 juta kendaraan.
“Atas perintah Bapak Kapolri, kami terus memantau sepanjang Jalan Tol Trans Jawa. Tadi pagi kami di Semarang dan saat ini di Pejagan. Proyeksi arus balik yang jumlahnya 3,4 juta, sampai saat ini masih tersisa 36 persen, sehingga di ruas tol masih cukup padat,” ungkap Irjen Agus di Pos Terpadu Pejagan, Kamis (26/3/2026).
Salah satu momen penting dalam patroli terjadi saat Irjen Agus menegur sopir truk sumbu tiga yang melanggar pembatasan operasional angkutan barang di pintu tol Pejagan, Jawa Tengah. Tanpa kompromi, beliau memerintahkan agar truk tersebut putar balik demi menegakkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri untuk menjaga kelancaran arus balik.
“Mau ditilang nggak? Sudah kamu balik saja,” tegas Irjen Agus. Ia juga mengingatkan para pelaku usaha logistik agar mematuhi aturan hingga pembatasan berakhir pada 29 Maret 2026, demi menjaga kelancaran arus balik untuk jutaan pemudik lainnya.
Patroli berlanjut menuju ruas Tol Cipali, di mana kepadatan di sekitar Rest Area KM 165B terpantau meningkat karena tingginya volume kendaraan dan kondisi cuaca hujan yang mengakibatkan perlambatan arus. Menyikapi situasi tersebut, Irjen Agus langsung memerintahkan penerapan rekayasa lalu lintas contraflow secara berjenjang.
Contraflow pertama diterapkan pada pukul 17.15 WIB dari KM 169 hingga KM 162, diikuti contraflow pada pukul 18.30 WIB dari KM 132 hingga KM 126 untuk mengantisipasi kepadatan di Rest Area 130B.
“Kondisi cuaca hujan menambah kepadatan arus. Kami lakukan contraflow untuk menghindari penumpukan di rest area. Kami juga mempertimbangkan kondisi jalur Cipali yang hanya dua lajur dan cuaca gelap sebagai faktor keselamatan utama,” jelas Irjen Agus.
Di sela patroli, Irjen Agus memberi apresiasi kepada seluruh personel yang tetap siaga meskipun Operasi Ketupat telah resmi ditutup. Ia menegaskan pentingnya kehadiran petugas di titik-titik rawan seperti KM 162 dan KM 169 untuk mengatur dan mengelola rekayasa lalu lintas.
“Tugas ini adalah kehormatan. Kita tidak boleh lelah melayani masyarakat untuk memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat dan aman,” kata Irjen Agus.
Hingga saat ini, personel Korps Lalu Lintas Polri terus disiagakan di seluruh jalur untuk memastikan sisa arus balik berjalan lancar meski terkendala cuaca. Polri berkomitmen mengawal sisa arus balik melalui KRYD hingga 29 Maret 2026, sejalan dengan semangat ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’.









