Jakarta — Pengamat transportasi dan lalu lintas, Banter Adis, menyampaikan apresiasi kepada Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., atas keberhasilan dalam mengelola arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat.
Menurut Banter Adis, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Upaya dalam mengelola arus mudik Lebaran 2026 melalui penerapan one way nasional, one way sepenggal, contraflow, serta pengamanan di berbagai titik keramaian patut kita apresiasi,” ujar Banter dalam keterangannya.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Dinilai Tepat
Banter menilai, strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan Korlantas Polri berjalan efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur-jalur utama mudik.
Penerapan skema seperti one way nasional, contraflow, hingga pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan dinilai mampu menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas dilakukan secara terencana dan berbasis kondisi lapangan.
“Rekayasa lalu lintas yang diterapkan mampu mengurangi potensi kemacetan dan menjaga stabilitas arus kendaraan,” katanya.
Selain strategi teknis, Banter juga menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi dalam keberhasilan Operasi Ketupat 2026.
Ia menilai koordinasi antara Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, operator jalan tol, serta stakeholder lainnya berjalan dengan baik.
Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat dan ditangani secara terpadu.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor serta kesiapan personel di lapangan yang siaga di berbagai titik strategis,” ujarnya.
Kampanye Keselamatan Dinilai Efektif
Banter juga mengapresiasi kampanye keselamatan yang digaungkan Korlantas Polri selama Operasi Ketupat 2026.
Tagline seperti “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dan “Mudik Tertib Ojo Kesusu” dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat tersebut turut berdampak pada penurunan angka kecelakaan selama periode mudik.
Lebih lanjut, Banter menilai bahwa pengelolaan arus mudik Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendekatan yang menggabungkan strategi rekayasa lalu lintas, pemanfaatan teknologi, serta kesiapan personel dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan arus mudik yang terencana dan terkoordinasi dapat memberikan hasil yang optimal, baik dari sisi kelancaran maupun keselamatan,” jelasnya.
Harapan ke Depan
Banter berharap capaian positif dalam Operasi Ketupat 2026 dapat terus dipertahankan dan menjadi standar dalam pengelolaan arus mudik di tahun-tahun berikutnya.
Ia juga mendorong agar inovasi dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna menghadapi tantangan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi setiap tahunnya.
“Kami berharap langkah-langkah strategis ini dapat terus dikembangkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.









