Site icon beritapolwan.com

Polantas Menyapa Jadi Ruang Aspirasi Komunitas Ojol

Kakorlantas Instruksikan Polantas Jadi Pathfinder untuk Distribusi Logistik di Wilayah Bencana

Kakorlantas Instruksikan Polantas Jadi Pathfinder untuk Distribusi Logistik di Wilayah Bencana

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho mengajak para pengemudi ojek online di Jambi untuk mengambil peran sebagai pelopor keselamatan berkendara. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Polantas Menyapa yang berlangsung di Gedung Ditlantas Polda Jambi pada Senin 23 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah komunikasi dua arah antara kepolisian dan komunitas pengguna jalan guna memperkuat kolaborasi dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas.

Dalam arahannya, Agus menekankan bahwa pendekatan humanis menjadi strategi utama Korlantas dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Ia menyebut penegakan hukum bukanlah satu satunya tujuan utama, melainkan sarana untuk menumbuhkan kesadaran bersama agar masyarakat patuh karena kebutuhan dan pemahaman, bukan semata karena sanksi. Menurutnya, komunikasi yang setara dan hubungan yang bersahabat antara polisi lalu lintas dan masyarakat merupakan fondasi penting untuk menekan angka pelanggaran serta kecelakaan di jalan raya.

“Sebenarnya Kakorlantas Polri dan Dirgakkum Korlantas Polri, termasuk Kasat Lantas, tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum. Tetapi saya akan bangga ketika masyarakat tertib dengan sendirinya, patuh dengan sendirinya, ada komunikasi dengan Polantas, ada persahabatan dengan Polantas, ini adalah kekuatan,” tutur Irjen Agus.

Ia menambahkan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bentuk perhatian langsung pimpinan agar seluruh elemen dapat dirangkul secara aktif. Komunitas ojek online dinilai sebagai mitra strategis karena intensitas aktivitas mereka di jalan raya sangat tinggi dan bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, penguatan sinergi dan rasa persaudaraan dipandang sebagai langkah konkret untuk membangun ekosistem lalu lintas yang aman dan tertib.

“Kalau saya boleh bilang, Ojol tidak boleh ditilang. Karena di mana-mana Ojol itu sahabatnya Polri. Setiap saya ke daerah, yang pertama saya temui adalah Ojol. Karena ini perintah, ini atensi Bapak Kapolri untuk bisa kita bersaudara,” ungkapnya.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif dan kemitraan, Agus tetap menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah kewajiban seluruh pengguna jalan tanpa terkecuali. Ia menjelaskan bahwa sistem penindakan kini semakin mengedepankan pemanfaatan teknologi melalui penerapan Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepolisian yang modern dan transparan.

“Program saya, penegakan hukum itu 95 persen menggunakan ETLE. Biar pun kami tidak bangga melakukan penegakan hukum, tetapi masyarakat harus patuh hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong jajaran di daerah untuk aktif membuka ruang dialog informal bersama komunitas pengemudi, termasuk melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi rutin. Pendekatan partisipatif ini diyakini efektif untuk menyerap aspirasi serta mengidentifikasi berbagai persoalan lalu lintas yang muncul di lapangan sehingga solusi dapat dirumuskan secara bersama.

Menutup kegiatan, Agus mengajak seluruh komunitas ojek online agar tetap solid dan konsisten menerapkan prinsip keselamatan, terutama selama bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Ia berharap para pengemudi dapat menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya dalam hal disiplin, etika berkendara, dan kepatuhan terhadap aturan.

“Yang penting kita kompak dan bersatu. Layani rekan-rekan kita, kolaborasi, komunikasi, dan silaturahmi,” pungkasnya.

Kegiatan Polantas Menyapa kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara jajaran Ditlantas Polda Jambi dan perwakilan komunitas ojek online untuk membahas pengalaman lapangan serta merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Jambi.

Exit mobile version