BANDUNG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggelar razia mendadak di beberapa kos-kosan di Kota Bandung pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini merupakan langkah nyata kepolisian dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sejak dari lingkungan hunian.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Jabar, AKBP Irfan Nugraha, memimpin langsung operasi tersebut. Ia menurunkan personel gabungan dari Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Jabar dan BNNP Jawa Barat berdasarkan surat perintah tugas dari Dirresnarkoba Polda Jabar.
Tim gabungan menyasar dua titik lokasi; pertama di Wisma Banceuy, Jalan Banceuy, Kecamatan Sumur Bandung, dan selanjutnya di Kost 47, Jalan Sasak Gantung, Kecamatan Lengkong. Di kedua lokasi tersebut, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap 50 penghuni kos.
Hasil tes urine memperlihatkan ada dua penghuni yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Tes cepat di lapangan menunjukkan kedua terindikasi menggunakan sabu. Tanpa penundaan, petugas melanjutkan pemeriksaan lebih mendalam terhadap keduanya. Selain itu, keduanya akan menjalani asesmen untuk menentukan langkah hukum yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui proses asesmen ini, petugas dapat memetakan posisi kedua penghuni secara lebih rinci sebelum mengambil keputusan selanjutnya.
Menurut AKBP Irfan Nugraha, razia ini bertujuan untuk memutus rantai penyalahgunaan narkotika yang berpotensi berkembang di lingkungan kos-kosan. Ia menilai kawasan hunian dengan mobilitas penghuni yang tinggi sering luput dari pengawasan sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam strategi pencegahan narkoba.
“Pemilihan kos-kosan sebagai sasaran bukan tanpa alasan. Lingkungan dengan mobilitas tinggi ini seringkali menjadi celah peredaran narkoba. Kehadiran petugas di lokasi memberikan pesan tegas bahwa ruang privat pun tidak boleh menjadi tempat yang bebas dari pengawasan,” ujar AKBP Irfan.
Sinergi antara Ditresnarkoba Polda Jabar dengan BNNP Jawa Barat dalam operasi ini menunjukkan kerja sama solid antara kedua instansi. Penindakan dan upaya pencegahan dilakukan beriringan dalam satu operasi terpadu.
Polda Jawa Barat memastikan bahwa razia serupa akan dilakukan secara berkala sebagai komitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan pola kerja yang terencana, dimulai dari penentuan sasaran, pemeriksaan di lapangan, identifikasi indikasi penyalahgunaan, hingga penanganan melalui pemeriksaan dan asesmen lebih lanjut.
Kegiatan ini menegaskan bahwa unit Reserse Narkoba tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga hadir lebih awal untuk menyisir titik-titik rawan serta memastikan setiap temuan direspons secara terukur demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.
ReserseBekerja
Sumber: Ditresnarkoba Polda Jabar, Idn Times, Republika









