Jakarta, 20 Mei 2026 – Generasi Negarawan Indonesia (GNI) memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang diraih Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho. GNI menilai kepemimpinan Agus berhasil menjadikan Polisi Lalu Lintas (Polantas) lebih dekat dan dicintai masyarakat berkat pendekatan humanis dan pelayanan yang responsif.
Ketua Umum GNI Jabodetabek, Ruslan Padli, menyatakan bahwa selama masa kepemimpinan Irjen Agus, Korlantas Polri mengalami perubahan positif terutama dalam pelayanan lalu lintas dan kepercayaan publik. “GNI melihat ada perubahan nyata di tubuh Polantas selama dipimpin Irjen Agus Suryonugroho. Pendekatan yang humanis, profesional, dan dekat dengan masyarakat membuat Polantas semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ruslan menjelaskan sejumlah program unggulan yang menunjukkan komitmen Korlantas, antara lain program Polantas Menyapa dan Melayani, penerapan tilang elektronik (ETLE), penertiban kendaraan overdimensi dan overload (ODOL), serta pengamanan arus mudik dan libur Natal dan Tahun Baru.
Pendekatan humanis yang diterapkan, menurut Ruslan, membuat masyarakat merasa dihargai dan lebih nyaman berinteraksi dengan aparat kepolisian. “Ini membuat masyarakat merasa lebih dihargai dan dilayani. Pada akhirnya hal tersebut memperkuat kepercayaan publik terhadap Polantas,” ujarnya.
GNI juga mencatat keberhasilan Korlantas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, salah satu capaian utama dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, korban meninggal dunia selama mudik dan balik Lebaran 2026 tercatat 238 orang, menurun 30,41 persen atau 104 orang dibandingkan 2025 yang mencapai 342 jiwa. Jumlah kecelakaan lalu lintas juga berkurang 5,31 persen, dari 2.880 kejadian pada 2025 menjadi 2.727 kejadian pada 2026. Selama Operasi Ketupat 2026, tidak terdapat kecelakaan menonjol secara nasional.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan arus mudik Lebaran 2026 sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Meski volume kendaraan naik signifikan, kondisi lalu lintas tetap terkendali berkat efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan Korlantas bersama pemangku kepentingan terkait.
Sejalan dengan itu, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan 85,3 persen pemudik merasa puas dengan penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.
Ruslan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti upaya Korlantas Polri dalam membangun sistem lalu lintas nasional yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan, sejalan dengan program Polri Presisi untuk semakin dekat dengan masyarakat.
“Semua langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri Presisi untuk semakin dekat dengan masyarakat serta mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan,” pungkas Ruslan.









