beritapolwan.com
  • Beranda
  • Kiprah Kami
  • Prestasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kiprah Kami
  • Prestasi
  • Opini
No Result
View All Result
beritapolwan.com
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Transformasi Polisi Lalu Lintas: Dari Otoritatif ke Pendekatan Humanis

admin by admin
22 April 2026
in Berita Terkini
0
Polantas

Polantas

305
SHARES
2.3k
VIEWS

Jakarta — Polisi lalu lintas (Polantas) kini mengalami perubahan paradigma dari wajah lama yang otoritatif menjadi pendekatan yang lebih humanis dalam menjalankan tugasnya. Dahulu, keberadaan polisi lalu lintas hanya dilihat sebagai simbol kewenangan melalui peluit, seragam, dan isyarat tangan untuk menegakkan aturan. Namun, kini mereka berperan tidak hanya sebagai pengatur lalu lintas tetapi juga sebagai mitra yang membangun hubungan yang dekat dan penuh rasa percaya dengan masyarakat.

Perubahan ini sangat penting mengingat kualitas institusi publik saat ini diukur bukan hanya dari kemampuan menegakkan aturan tetapi juga dari aspek kepercayaan dan manfaat nyata yang dirasakan oleh warga.

Dalam sistem lama, polisi lalu lintas lebih sering muncul dalam konteks penindakan pelanggaran sehingga interaksi dengan masyarakat cenderung formal dan berjarak. Padahal, jalan raya merupakan ruang sosial di mana ribuan orang bertemu setiap hari dengan dinamika tinggi dan tekanan emosional. Oleh sebab itu, pendekatan humanis dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan komando semata.

Related articles

Polantas Transformasi Peran: Dari Penindakan ke Edukasi Budaya Keselamatan Lalu Lintas

Bukan Hanya Saat Mudik: Polantas Hadir di Setiap Langkah Aktivitas Masyarakat

Pendekatan baru yang mengedepankan data presisi dan pelayanan humanis menjadi kunci Polantas dalam menjaga keselamatan masyarakat. Ketertiban yang tahan lama lahir dari kesadaran dan kepercayaan, bukan hanya rasa takut.

Salah satu upaya transformasi ini adalah melalui program “Polantas Menyapa”, yang mengubah cara polisi lalu lintas berinteraksi dengan masyarakat. Program ini menandai pergeseran dari tindakan memanggil atau menghentikan kendaraan menjadi menyapa dan membangun dialog dengan warga. Di berbagai daerah, kegiatan ini ditampilkan dalam bentuk edukasi keselamatan, diskusi komunitas, atau kehadiran di titik layanan.

Contohnya, di Bali, Polantas Menyapa dijalankan dengan menggandeng komunitas bengkel mobil di kawasan Besakih. Pendekatan ini menggabungkan pemahaman teknis dari komunitas bengkel dan aspek keselamatan dari polisi sehingga menghasilkan manfaat yang lebih menyeluruh bagi pengguna jalan.

Di Kalimantan Selatan, Kapolri melalui Kakorlantas memberikan apresiasi kepada komunitas ojek online yang sudah berintegrasi dengan Polri. Kelompok ini dianggap sangat dekat dengan kondisi jalan, mengetahui kemacetan dan risiko yang ada, sehingga menjadi jaringan penting dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Pendekatan ini mengubah persepsi publik bahwa polisi bukan lagi pihak yang bertentangan dengan para pekerja jalanan, melainkan mitra.

Konsep “trusted companion” atau teman seperjalanan yang dapat diandalkan pun muncul dari pendekatan ini, di mana polisi hadir membantu pengendara dengan masalah kendaraan, memberi arahan, atau mengurai kemacetan. Kehadiran polisi yang membantu membangun rasa percaya, yang pada akhirnya meningkatkan kepatuhan masyarakat.

Korlantas Polri menegaskan perubahan ini melalui kebijakan internal yang mendorong petugas lalu lintas lebih komunikatif, responsif, dan mampu memahami kebutuhan masyarakat. Transformasi budaya organisasi dianggap sebagai fondasi penting agar perubahan persepsi publik bisa berhasil.

Jalan raya pun dipandang sebagai ruang kepercayaan di mana interaksi antara warga dan negara terjadi setiap hari. Bila warga merasakan kehadiran polisi yang membantu, maka citra negara ikut membaik. Sebaliknya, kalau polisi dianggap mempersulit, maka kepercayaan terhadap negara menurun.

Pendekatan humanis bukan berarti lunak terhadap pelanggaran, namun menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan dengan tetap menegakkan aturan secara tegas. Polisi dapat bersikap ramah tanpa kehilangan wibawa, sehingga ketegasan yang disertai empati lebih mudah diterima masyarakat.

Menurut Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, “Kami ingin dikenal bukan karena ditakuti, tapi karena dirasakan manfaatnya.” Hal ini mencerminkan pergeseran orientasi dari kekuasaan menuju pelayanan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan legitimasi sosial dan dukungan masyarakat.

Transformasi polisi lalu lintas dari pengatur menjadi sahabat di jalan bukan hanya mengubah wajah institusi, tetapi juga menjadi modal besar dalam membangun kepercayaan publik di masa depan.

Previous Post

Bukan Hanya Saat Mudik: Polantas Hadir di Setiap Langkah Aktivitas Masyarakat

Next Post

Polantas Transformasi Peran: Dari Penindakan ke Edukasi Budaya Keselamatan Lalu Lintas

Related Posts

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Berita Terkini

Polantas Transformasi Peran: Dari Penindakan ke Edukasi Budaya Keselamatan Lalu Lintas

22 April 2026
Plantas Hadir di Setiap Langkah Aktivitas Masyarakat
Berita Terkini

Bukan Hanya Saat Mudik: Polantas Hadir di Setiap Langkah Aktivitas Masyarakat

22 April 2026
Kakorlantas Beri Penghargaan ke Tokoh Komunitas Bali, Sinergi Jaga Kelancaran Lalin, Penyerahan piagam penghargaan tersebut berlangsung di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (20/4/2026
Berita Terkini

Kakorlantas Berikan Apresiasi Mendasar kepada Komunitas Bali dalam Menjaga Kelancaran Lalu Lintas

21 April 2026
Renjani
Berita Terkini

Semangat Kartini di Era AI: Ketika Perempuan Indonesia Memimpin di Garis Depan

21 April 2026
Kemala Run 2026 di Bali 1
Berita Terkini

Kemala Run 2026 di Bali: Paduan Olahraga, Budaya, dan Kemanusiaan Catat Rekor Nasional

20 April 2026
Kapolri Listyo Sigit dan Tedi Bharata Beri Penghargaan bagi Pelari
Berita Terkini

Kapolri Listyo Sigit dan Tedi Bharata Beri Penghargaan di Kemala Run 2026 Gianyar

19 April 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Recommended

Bocah Korban KDRT Ayah Tiri Dapat  Trauma Healing dari Polisi

Bocah Korban KDRT Ayah Tiri Dapat Trauma Healing dari Polisi

25 Januari 2022
4 Pernyataan Ahok soal Adik Ipar Pakai Mobil PJR untuk Pacaran

4 Pernyataan Ahok soal Adik Ipar Pakai Mobil PJR untuk Pacaran

26 Oktober 2021

Popular Post

  • Bangganya Buruh Pabrik di Riau, Putrinya Jadi Paskibraka di Istana Merdeka

    Bangganya Buruh Pabrik di Riau, Putrinya Jadi Paskibraka di Istana Merdeka

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • 2 Mendali di Judo Bhayangkara Kapolri Cup 2022 di Raih Polwan Polda Kalteng

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Iptu Novita Rindi, Polwan Pendamping Kapolri Listyo Sigit Fit and Proper Test di DPR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Polri Bentuk Direktorat PPA Tuai Apresiasi dari Ketua DPR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Sosok Kompol Jun Nurhaida Yang Kini Menjadabat Kapolsek Cinere

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
© Copyright BeritaPolwan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kiprah Kami
  • Prestasi
  • Opini

wpDiscuz